Bukun ini berisi cerpen - ceroen untuk remaja tentang kota kelahiran pengarang
buku ini bercerita tentang perjalanan hidup dua orang anak kembar yakni Sabar dan Subur.
Berisi tentang sembilan pembahasan cerita yaitu : Hari Sial, Diam adalah emas, hari ini cuaca bagus, Air hitam, Camar laut, jangan lupakan kami, Tatkala senja tiba, Camar lautku adalah hidupku, dan jangan bersedih.
buku ini bercerita tentang nasib kemanusiaan yang menimpa tokoh-tokoh yang terlibat dalam kehidupan kisah.
Buku cerita ini dapat diambil kesimpulan bahwasannya usaha yang dijalankan dengan kemauan serta ketekunan akan menghasilkan buah yang baik.
Buku cerita anak ini mengandung nilai pendidikan
Bercerita tentang seorang laki-laki yang kembali pulang ke kampung halamannya, dan memulai usaha baru berkebun dan bertani. Tanah berpasir menjadikan kendala untuk bertani, namun hal itu bukan menjadi halangan untuk menjadi sukses.
Keluarga Pak Bogong yang dikisahkan dalam buku ini merupakan salah satu contoh keluarga yang merantau ke Jakarta namun dalam usahanya tidaklah berhasil. Berkat usaha dan keyakinan Edo dan Reno, kedua anaknya yang masih sekolah dasar itu mereka kembali ke desa dan membangun desanya.
Buku ini memperkenalkan keagungan dan kekuasaan Tuhan, serta mengajarkan bahwa sifat pendendam itu tidak baik.